Postingan

Menampilkan postingan dari 2020
"Sahabat Sedarah" Aku ingin sekali bersamamu,  Meski nanti kita berbeda arah tuju  Aku pun ingin kau tau  Jangankan waktu, semu pun ku tunggu  Hanya untuk mu  Sahabat sedarahku  Walau nanti langit terbelah tujuh  Dan aku mungkin terbang jauh  Sedangkan kau terkubur lumpur  Darahku tak bisa berganti biru  Karena aku dan kamu itu satu  Jika nanti atmaku beranjak pergi Dan kamu tak kunjung kembali Jangan bersedih  Rintihanmu membuatku meringis Dan ragaku mungkin akan menangis Maka hiduplah seperti dulu Kala kita senang beradu Atau sama-sama saling mengadu Meski itu bukan dengan ku        

Bernada Tinggi

Aku mendengarkanmu  Dan terbiasa mendengarkanmu Disaat kau memakiku selalu Aku hanya bisa diam membisu Benak ku ikut mencaci  Tapi mulutku terkunci Ingin ku berlari jauh dan pergi Namun, sayangnya aku tak berani Kau menyalahkan semua hal kepadaku Tanpa mencoba melihat betapa rapuhnya aku Kau menekan setiap sisi ruang hidupku Seolah bumi hanya berputar seperti maumu Dengan keras kau membentakku Mengganti namaku dengan mahluk berbulu Lalu setelah itu kau berlalu  Meninggalkan aku dengan luka yang baru Apa kau tau?  kau berhasil menghancurkanku Sikapmu membuatku membenci diriku sendiri Membuatku tidak peduli akan empati dan simpati Hingga mulai terbiasa dalam sepi Sampai di jauhi oleh penghuni bumi